http://ak.imgfarm.com/images/cursormania/files/26/13148a.gif#sthash.LALgVx7L.dpuf BLOG ABOUT ME (ANISSA NOVIA): 2014

Minggu, 23 November 2014

Rindu sahabat-sahabatku

Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada…
Baru kumengerti bahwa rasa tak pernah pergi dan sepertinya takkan terganti…
Sekeras apapun kumencoba selemah apapun daya tuk mengingatnya…
Hati memiliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku sudah berhenti berharap di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hingga kemarin aku tahu bahwa segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah

Kalian tetap sahabat terindahku

CINTA

Salah satu bagian terindah dari hidup ini adalah
Ketika mengenal Cinta..
Cinta..
Ya cinta
Mulut membisu mendengar kata-kata yang sering
menjadi buah bibir dikalangan para pujangga
Bahkan ketika pena bergerak..
Semuanya seakan membisu

PELAUT PELAUT CERPEN GUE

PELAUT......PELAUT.........PELAUT.....................
..........
Waktu masih duduk di bangku SMA aku pengen
punya pacar anak akademi. Karena aku bosan
dengan sekitar yang kebanyakan adalah anak
band yang sok keren. Pengen banget punya
pacar seorang polisi. Menurutku polisi itu keren,
mungkin karena didukung dengan seragam,
padahal tanpa seragamnya biasa-biasa saja.
Tapi setelah kupikir lagi polisi itu biasa-biasa
saja. Apalagi setelah adanya insiden kalau bang
Norman keluar karena tawaran jadi penyanyi.
Wah tar kalau punya pacar polisi bisa galau
setiap hari, pikirku.
Sekarang aku sudah duduk di bangku kuliah. Dan
pacarku adalah seorang pelaut.
Aku juga tidak tahu kenapa bisa dengan pelaut.
Dalam setiap hal pasti ada pro-kontra. Orang-
orang yang mendukungku akan bilang ‘Tidak
semua pelaut berperilaku buruk’ . Namun, di sisi
kontra akan menyanggahnya ‘Semua pelaut itu
sama saja, kalau jauh dari orang terkasih pasti
akan cari dambaan hati lain di sebrang sana,
apalagi saat bersandar’. Otakku harus bekerja
keras untuk memikirkan semua itu. Tapi
entahlah apapun itu jalani saja.
**
Awalnya punya pacar pelaut itu menyebalkan,
karena dia selalu berlayar ke luar pulau-pulau
lain. Apalagi kalau doi ke luar negeri tepatnya
ditengah-tengah laut. Pasti susah dihubungi
karena sinyal yang tak mungkin ada. Tapi hal itu
membuatku menghela nafas setiap detik. Punya
pacar tapi seperti tak punya pacar. Tak pernah
ada waktu untuk jalan bersama, setidaknya
ngobrol santai. Bahkan pernah saat ulang
tahunku saja, dia tak bisa mengucapkan kata
‘selamat’.
Hubungan kami stagnan banget, tak ada merah
ataupun kuning yang ada hanya hitam dan putih.
Saat ada pesiar kadang kala doi main ke
tempatku. Tapi paling cuma 15 menit. Setelah
itu cabut lagi. Karena jarang bisa ketemu, kalau
kemana-mana atau main aku lebih sering
dengan teman-teman. Tapi terkadang teman pun
tak bisa seterusnya bersama. Kalau mereka jalan
sama pacar masing-masing, aku hanya bisa
melamun di kamar. huhuhuuu,,,,menyebalkan.
Setelah si doi selesai berlayar, kami sering
ketemu malah lebih menyebalkan. Mungkin
karena aku orangnya agak sensi gitu ya, jadi
setiap doi ngomong hal-hal yang GJ, mood ku
langsung berubah horor. Jadi aku berpikir untuk
jarang bertemu lebih baik, setiap doi mau main
pasti aku sudah menyiapkan berbagai alasan
agar doi gag jadi main,, hehehhehehe,,,
(jahadnya).
Pernah suatu hari karena keisenganku, doi
sampai banting-banting HP. hehhehehe,,,,,,. Itu
hal yang amat sangat fatal. Betapa bodohnya
aku saat itu. Sampai seminggu doi tak bisa
dihubungi. Aku jadi kalang kabut, kesana kemari
mencari kabar.
*****to be continued

KEHANCURAN SANG DEWI

KEHANCURAN SANG DEWI

Aku hanya kenangan suram yang pernah mengotori sebuah ruangan dengan debu – debu kepedihan terhempas dalam badai ketragisan , tersenyum dalam kepedihan, menangis dalam keheningan , dan hancur dalam ketidak pastian. di ujung pengharapan yang tak sepadan dengan perjuanganku, masih sempat – sempatnya aku mengharapkan secawan cinta pada seorang pangeran yang terlalu nista, dan penuh dusta untuk ku percaya. dan betapa munafiknya aku membohongi jantung kaca yang rapuh ini dengan sejuta mimpi yang akhirnya menghancurkan sayap -sayap yang telah remuk ini, dengan duri – duri kepedihan yang menikam dan menyakitkan. setelah jantung kaca ini meneteskan darah kepedihan, baru ku sadari betapa kejinya perasaan pangeran yang ku banggakan, dan betapa mudahnya aku dibutakan oleh madu – madu kebahagiaan yang merusak kemurnian akan secawan cinta pangeran. dan akhir dari semuanya, aku hancur dengan diriku sendiri, terperosok dalam cahaya gelap, yang entah ku tak tau akhirnya.