Ini kejadiannya udah lama banget, tahun 2009 di Jakarta Selatan. Ceritanya gue pacarnya orang yg rumahnya di Tanjung Priok bernama Ipul (disamarkan). Gue kenal dia di terminal blok M. Waktu itu gue nungguin bus mau pulang ke kos. Dan dia nungguin bus juga. Entah ada angin darimana asalnya, (mungkin dari asap knalpot bus metromini dan kopaja yg sudah mulai tua), si Ipul ngajakin gue kenalan, kami ngobrol berdua ditemani kernet bus yang lagi nyari penumpang dan tukang asongan penjual kacang. Karena merasa tempat itu terlalu rame, Ipul ngajakin gue makan di KFC Blok M. Pas banget gue belum makan, rencana sih mau makan di warung deket kosan sehabis pulang dari Blok M. Dari situlah gue dan Ipul mulai akrab.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya kami berdua pun jadian. Kami banyak menghabiskan waktu berdua di terminal Blok M, karena disitulah awal kami berdua bertemu. Selain di terminal Blok M, kami juga bepergian ke Monas, TMII, dan Jembatan Layang Kemayoran. Disanalah tempat memori kami mengobrol tentang masa depan, berfoto selfie bersama dengan muka manyun manyun kagak jelas, sampai berantem gara gara Ipul fotoin gue tapi guenya keliatan gendut dan muka gue nggak jelas. Banyak kenangan yang kami lalui bersama. Dari Ipul nyanyi nyanyi lagu cinta di depan gue sampai gue mau tertidur, ngajarin gue naik motor matic, motongin kuku gue yg panjang dan item, mencetin komedo hidung gue sampai bersih, jalan kaki dari monas sampai kebayoran gara gara ban motor bocor, lari lari ngejar angkot, busway sampai kereta juga pernah, dikejar satpol pp yang belum pernah.
Dan sampai pada akhirnya kami pun putus. Hal sepele yang buat kami putus. Waktu itu Ipul salah ketik nama panggilan kesayangan untuk gue. Gue biasanya dipanggil Anyang (Anissa Sayang) tapi karena kecerobohan Ipul salah ketik Anyang menjadi Antang, gue akhirnya mutusin dia. Gue berpikir kalau dia mempunyai cewek lain selain gue, gara gara salah ketik hubungan kami bubar. Sepele tapi itulah hidup.
Jodoh hanya Tuhan yg tau. Sekuat apapun tenaga kita untuk bisa berjodoh dengan seseorang. Jika Tuhan berkehendak lain, kita tidak bisa berbuat apa apa lagi selain bilang Yasudah.
Senin, 17 Juli 2017
DARI TERMINAL BLOK M
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar